
Ramadhan akan segera berakhir dan idul fitri akan segera hadir, sampai saat itu tiba terbesit di benakku sejauh mana aku bersyukur pada detik ini? Sebanyak apa aku menikmati ramadhan kali ini? Dan selayak apa aku berhak untuk merayakan hari kemenangan yang fitri ini? Maka sangat tepat untuk diriku bertafakur sesaat memikirkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Aneh memang rasanya, pertanyaan yang timbul dari diri sendiri dijawab oleh diri sendiri, namun manusia ada kalanya memang membuttuhkan waktu untuk intropeksi. Bukan hanya diriku, terkadang sahabat pasti juga pernah merasakan apakah sudah bersyukur dengan keadaan yang saat ini. Karena perasaan bersyukur itu akan hadir saat diri kita menikmati bersyukur itu sendiri.
Momen bersyukur tentu tidak hanya saat Ramadhan atau hari raya, karena baiknya kita memang bersyukur setiap saat, paling sedikit lima kali sehari. Ya, jika sahabat seorang muslim maka bukti dari bersyukur itu sendiri yaitu dengan melaksanakan shalat lima waktu sehari. Karena pada saat mendirikan shalat, kita tidak hanya mengucapkan doa tetapi juga puja puji terhadap yang maha kuasa bentuk bersyukur kita kepada Allah.
Bersyukur sejatinya bukan perkara yang mudah, mungkin di lisan iya tetapi di tindakan bersyukur butuh usaha yang maksimal untuk bisa melakukannya. Mengapa demikian? Karena dasarnya manusia memiliki sifat egoism yang tidak bisa dihilangkan, yang bisa dilakukan adalah mengurangi level dari egoism itu sendiri. Nah, sifat egoism yang tinggi ini biasanya akan membuat seseorang akan susah untuk bersyukur karena nikmat di mata seakan tertutup oleh egoism tadi.
Makanya, bersyukur sendiri sebenarnya adalah sebuah nikmat yang harus kita syukuri. Sifat bersyukur adalah sifat yang paling disukai oleh Allah, karena saat bersyukur kita paham akan kekurangan kita dan paham akan begitu banyak nikmat yang sudah Allah berikan sampai saat ini. Jika melirik lebih dalam, dari awal kita hidup sampai ajal menjemput semuanya sudah dipenuhi oleh nikmat Allah.
Maka pertanyaan yang sangat tepat untuk diri kita saat ini adalah “Seberapa Bersyukur Aku?”
Komentar
Posting Komentar