
Pernah suatu pagi aku memulai perasaan dengan mood yang penuh dengan semangat yang tinggi, yaitu dimana perasaan siap untuk memberikan beberapa inspirasi kepada adik-adik SMA di Desaku melalui sebuah presentasi yang sudah kubuat dengan sangat maksimal. Sebelum memulainya aku dan kawan-kawan yang mengisi acara tersebut sempat menghabiskan waktu dengan diskusi-diskusi hangat yang penuh candaan di salah satu kantin SMA tersebut.
Aku melihat raut wajah kawan-kawan yang terlihat begitu sangat menikmati diskusi tersebut, aku juga turut menikmatinya, namun detik dan menit kami terus menghilang mendekat dengan waktu presentasi di depan adik-adik SMA.
Ketika acara sudah dimulai, diriku yang sedang asik-asiknya menyimak diskusi kawan-kawan, kantong celanaku bergetar dan terdengar suara nada dering yang biasanya bersuara saat orang menelponku, aku dibuat penasaran karena tidak biasanya ada yang menelpon dijam tersebut apalagi waktu itu adalah hari libur perkuliahan.
Ternyata yang menelpon adalah kawan kampusku, aku sempat tidak mengangkat telepon tersebut karena aku merasa bahwa apa yang akan dibicarakan pasti hal yang membuat aku tidak menyukainya, karena juga bertepatan dengan hari libur yang mana aku menggunakan waktu tersebut untuk kegiatan-kegiatan di luar kampus.
Namun suara dering hpku terus menerus berbunyi dan membuat diriku merasa risih, sehingga aku tidak memiliki pilihan lain dan akhirnya aku menjawabnya namun melalui chatingan. Benar saja duagaanku ketika kami chatingan dia berbicara tentang sebuah acara yang wajib aku ikuti, yang membuat aku makin panas melihat chat tersebut karena bernada perintah serta ancaman.
Mood yang sudah kubangun dengan semangat akhirnya tidak terkendali sehingga seperti rusak dan hilang sedikit demi sedikit, semangatku untuk melakukan presentasi juga menurun drastis, pikiranku tidak karuan, dan sempat terbesit di dalam hatiku “mengapa aku balas chatingan dia?”.
Tapi aku berusaha sekuat tenaga untuk belajar seperti orang yang profesional, aku tidak ingin terlihat 'loyo' di depan adik-adik SMA karena hal kecil dalam chatingan tersebut mempengaruhi penampilan aku di depan mereka. Senyum lebarku masih tetap aku perlihatkan diawal dan menyelesaikan presentasi seperti biasanya.
Aku melihat raut wajah kawan-kawan yang terlihat begitu sangat menikmati diskusi tersebut, aku juga turut menikmatinya, namun detik dan menit kami terus menghilang mendekat dengan waktu presentasi di depan adik-adik SMA.
Ketika acara sudah dimulai, diriku yang sedang asik-asiknya menyimak diskusi kawan-kawan, kantong celanaku bergetar dan terdengar suara nada dering yang biasanya bersuara saat orang menelponku, aku dibuat penasaran karena tidak biasanya ada yang menelpon dijam tersebut apalagi waktu itu adalah hari libur perkuliahan.
Ternyata yang menelpon adalah kawan kampusku, aku sempat tidak mengangkat telepon tersebut karena aku merasa bahwa apa yang akan dibicarakan pasti hal yang membuat aku tidak menyukainya, karena juga bertepatan dengan hari libur yang mana aku menggunakan waktu tersebut untuk kegiatan-kegiatan di luar kampus.
Namun suara dering hpku terus menerus berbunyi dan membuat diriku merasa risih, sehingga aku tidak memiliki pilihan lain dan akhirnya aku menjawabnya namun melalui chatingan. Benar saja duagaanku ketika kami chatingan dia berbicara tentang sebuah acara yang wajib aku ikuti, yang membuat aku makin panas melihat chat tersebut karena bernada perintah serta ancaman.
Mood yang sudah kubangun dengan semangat akhirnya tidak terkendali sehingga seperti rusak dan hilang sedikit demi sedikit, semangatku untuk melakukan presentasi juga menurun drastis, pikiranku tidak karuan, dan sempat terbesit di dalam hatiku “mengapa aku balas chatingan dia?”.
Tapi aku berusaha sekuat tenaga untuk belajar seperti orang yang profesional, aku tidak ingin terlihat 'loyo' di depan adik-adik SMA karena hal kecil dalam chatingan tersebut mempengaruhi penampilan aku di depan mereka. Senyum lebarku masih tetap aku perlihatkan diawal dan menyelesaikan presentasi seperti biasanya.
Komentar
Posting Komentar